Tips Membuat Surat Lamaran Kerja

Membuat surat lamaran kerja sebetulnya adalah materi yang dipelajari saat duduk di bangku sekolah menengah. Namun sayangnya mungkin saat di sekolah materi ini sering diabaikan, sehingga seringkali ditemui surat lamaran kerja yang terkesan kurang sopan.

Mungkin terlihat remeh, tapi sebenarnya surat lamaran kerja adalah “pintu pembuka” untuk bisa diterima bekerja di suatu perusahaan. Karena saat bekerja tidak hanya dituntut sekedar performance dari keahlian saja, akan tetapi juga dituntut attitude yang baik di lingkungan kerja. Inilah sebabnya mengapa banyak surat lamaran kerja yang dibuang tanpa diproses lebih lanjut.

Berikut beberapa tips ala Indonesia Construction Academy yang bisa dicontoh saat menulis surat lamaran kerja.

1. Perhatikan jika surat lamaran diharuskan ditulis tangan.

Meskipun sebenarnya jika diketik dengan menggunakan komputer surat lamaran kerja pasti bisa dibaca oleh perekrut karyawan, serta pastinya akan terlihat lebih rapi. Akan tetapi ada beberapa perusahaan yang mengharuskan pelamar kerja untuk menulis tangan surat lamaran kerjanya. Hal seperti ini harus diperhatikan sebelum menulis menulis surat lamaran kerja.

2. Menuliskan tujuan surat lamaran kerja.

Jangan lupa untuk menuliskan kepada siapa surat lamaran kerja tersebut dituju. Meskipun Anda tidak tahu secara pasti siapa yang akan memutuskan apakah surat lamaran kerja Anda akan diproses lebih lanjut. Namun Anda dapat menuliskan tujuan surat lamaran kerja seperti contoh berikut:

Kepada Yth
Bapak/Ibu Pimpinan/HRD
PT. Insan Cemerlang Adikarya,

3. Menuliskan tanggal dibuatnya surat lamaran kerja.

Terlihat sepele, namun penulisan tanggal pada surat lamaran kerja sangatlah penting. Karena hal ini dapat membantu perekrut dalam mendokumentasikan surat lamaran kerja yang diterima. Dan memudahkannya untuk membuka kembali surat tersebut jika dibutuhkan dilain waktu.

Usahakan untuk mengirim surat lamaran kerja ditanggal yang sama dengan yang tertulis pada bagian kanan atas surat.

4. Pergunakan bahasa yang baik dan sopan namun tidak bertele-tele.

Biasakan menulis surat mengawalinya dengan kalimat “Dengan hormat,”. Mungkin terdengar sedikit kaku, tapi kalimat yang tersirat permohonan ini sedikit banyaknya dapat melunakkan hati pembaca surat lamaran kerja Anda, sehingga mau memperhatikan lebih jauh lagi.

Perkenalkan diri Anda secara singkat. Lalu sampaikan maksud dan tujuan Anda. Usahakan agar perekrut tertarik untuk terus melihat dan membaca lampiran dari surat lamaran kerja Anda. Sebagai contoh:

Dengan hormat,
Perkenalkan nama saya Harry Dharma Putra (www.harrydp.com) dan saya adalah seorang sarjana Ilmu Pemasaran lulusan universitas Indonesia Construction Academy.

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan melalui halaman web https://www.indonesiaconstruction.academy/karir bahwa saat ini PT. Insan Cemerlang Adikarya sedang membutuhkan karyawan untuk ditempatkan sebagai Digital Marketing. Dimana profesi tersebut sangat sesuai dengan latar belakang pendidikan saya dan merupakan materi yang dipelajari saat dibangku kuliah.

Terlampir saya sertakan kelengkapan dokumen pendukung untuk meyakinkan bapak/ibu terhadap kompetensi saya. Demikian surat lamaran ini saya sampaikan, atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.

Hormat saya,


Harry Dharma Putra.

M/Wa. 0813-1700-9938

Sertakan tandatangan dan nomor telepon yang bisa dihubungi, agar memudahkan tim perekrut menghubungi Anda.

5. Perhatikan penempatan tanda baca dan tulis surat lamaran dalam format yang rapi.

Kesalahan penempatan tanda baca dapat membuat makna dari sebuah kalimat ditafsirkan dalam arti yang berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan penempatan tanda baca.

Dan biasakan menulis surat lamaran kerja dalam format yang tersusun rapi. Karena nantinya kerapian merupakan salah satu tuntutan dalam bekerja.

6. Lampirkan sertifikat/dokumen pendukung lainnya.

Lampirkan sertifikat/dokumen pendukung lainnya sesuai dengan permintaan perusahaan yang dilamar. Adapun biasanya yang diminta oleh perusahaan-perusahaan tersebut seperti pas foto 4 x 6, fotokopi KTP, ijazah sekolah/kuliah, transkrip nilai, serfikat pendidikan non formal, sertifikat keahlian, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), dan lainnya.