Jenjang Karir Di Dunia Konstruksi

Pekerjaan dibidang konstruksi, bukanlah pekerjaan yang bisa diselesaikan hanya oleh satu orang saja. Terdapat beberapa bagian kerja dengan tugas dan tanggungjawabnya masing-masing yang dibentuk menjadi sebuah tim dengan tujuan untuk menyelesaikan sebuah proyek konstruksi.

Berikut pilihan jenjang karir beserta tugas dan tanggungjawabnya yang bisa ditekuni bagi Anda yang tertarik untuk berkarir di dunia konstruksi.

1. Surveyor

Secara umum seorang surveyor memiliki tugas dalam mengumpulkan data-data berdasarkan hasil pengukuran dilapangan. Data-data dari surveyor inilah yang kemudian akan digunakan oleh perencana dan ahli teknik.

2. Estimator

Estimasi biaya merupakan hal yang fundamental dalam suatu proyek konstruksi, oleh karena itu dibutuhkan seorang estimator dalam mengidentifikasi seluruh kebutuhan biaya proyek sehingga akan menghasilkan tujuan dan sasaran proyek yang ditentukan.

Estimator bertanggung jawab untuk mengorganisir dan menganalisis seluruh informasi dan memperhitungkannya ke dalam estimasi. Peran penting estimator dalam memperkirakan range nilai proyek berguna bagi owner.

3. Drafter

Dalam proyek-proyek konstruksi, profesi drafter memiliki tugas dalam membuat gambar kerja berdasarkan sketsa kasar yang telah dibuat oleh seorang arsitek.

4. Pelaksana

Profesi pelaksana proyek sangat cocok bagi yang suka bekerja langsung di lapangan. Pelaksana proyek memiliki tanggung jawab dalam merealisasikan proyek konstruksi hingga selesai.

5. Pengawas Proyek

Seorang pengawas proyek memiliki tugas dalam memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan kontruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan.

Mengawasi pemakaian bahan, peralatan dan metode pelaksanaan, serta mengawasi ketepatan waktu, dan biaya pekerjaan kontruksi.

6. Quality Control

Quality control dalam pekerjaaan konstruksi memegang peranan dalam menentukan kualitas dari hasil pelaksanaan pekerjaan. Untuk menjadi seorang quality control dibutuhkan pengalaman dan juga pemahaman yang baik tentang pengendalian mutu melalui spesifikasi teknik yang digunakan dan metode praktis dalam pemeriksaan mutu pekerjaan.

Berikut tugas dan tanggung jawab utama quality control antara lain adalah:
✔️ Mempelajari dan memahami spesifikasi teknis yang digunakan pada proyek konstruksi tersebut.
✔️ Memeriksa kelayakan peralatan pengendalian mutu yang digunakan.
✔️ Melaksanakan pengujian mutu terhadap bahan atau material yang digunakan.
✔️ Melaksanakan pengujian terhadap hasil pekerjaan di lapangan ataupun di laboratorium.
✔️ Memeriksa hasil pengujian terhadap hasil pekerjaan di lapangan ataupun di laboratorium.
✔️ Mempelajari perencanaan mutu yang dipakai pada pekerjaan.
✔️ Mencegah terjadinya penyimpangan mutu dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
✔️ Menyiapkan bahan laporan yang terkait pemeriksaan atau pengendalian mutu dari pekerjaan.
✔️ Mempelajari metode kerja yang digunakan agar sesuai spesifikasi teknis yang dipakai.
✔️ Membuat teguran baik lisan maupun tulisan jika terjadi penyimpangan dalam pekerjaan proyek.
✔️ Menyiapakaan dan memberikan data pemeriksaan mutu yang dibutuhkan oleh quality assurance.
✔️ Memeriksa dan menjaga kualitas pekerjaan dari subkontraktor agar sesuai dengan spesifikasi teknis yang berlaku.

7. Quality Assurance

Quality Assurance (QA) bertanggung jawab untuk memastikan sebuah produk yang akan dilepas ke pasaran sudah memenuhi semua standar kualitas untuk setiap komponennya. Seorang staf QA secara aktif melakukan monitoring dan serangkaian uji dalam upaya memberi jaminan kualitas pada pembeli.

Berbeda dengan Quality Control yang mempunyai tanggung jawab untuk memeriksa produk dan memiliki hak untuk menerima atau menolak produk sebelum dan selama proses produksi.

8. Site Manager

Secara umum tugas pokok dari Site Manager adalah menjamin terlaksananya pekerjaan konstruksi sesuai dengan spesifikasi teknis dan waktu kerja yang telah ditetapkan. Memberikan petunjuk dan perintah langsung kepada tim dalam melaksanakan pekerjaan teknis segera setelah kontrak kerja ditandatangani.

9. Project Manager

Project Manager (PM) merupakan pemimpin yang memiliki tanggung jawab terhadap proyek kontruksi. Prosedur manajemen proyek mengacu pada empat komponen tugas dan fungsi penting seorang manajer proyek, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian, dan pengawasan.

Oleh karena itu seorang project manager juga dituntut untuk bisa menguasai tools management project seperti Microsoft Project atau Primavera. Untuk bisa menguasai kedua tools ini bisa mengikuti pelatihan Project Management With Microsoft Project (Planning, Scheduling, Monitoring, and Controlling) atau Project Management With Primavera yang diadakan oleh Indonesia Construction Academy.

10. Direktur

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata direktur berarti pemimpin tertinggi dalam suatu perusahaan. Secara singkat seorang direktur memiliki tugas dalam memberikan bimbingan melalui pengarahan, nasihat, bantuan, penerangan, mengkoordinasikan kerjasama antar divisi, dan tugas kepemimpinan lainnya.

Terdapat beberapa pilihan profesi lainnya selain yang telah disebutkan diatas. Hal ini tergantung pada skala dan penetapan struktur organisasi sesuai kebutuhan di perusahaan tersebut. Karena setiap profesi memiliki peran, tugas, dan tanggung jawabnya masing-masing yang berkaitan terhadap bagian kerja lainnya sehingga membentuk kerjasama tim yang solid.