Penerapan Protokol Kesehatan Bagi Pekerja Konstruksi Di Era New Normal

Berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (RI) Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 mengenai hal-hal teknis yang dapat dilakukan perusahaan untuk melakukan pengendalian penyebaran COVID-19 dan diperkuat dengan disusulnya Instruksi Menteri PUPR Nomor 2/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi, berikut Indonesia Construction Academy rangkum bagaimana protokol kesehatan yang dapat diterapkan untuk pekerjaan yang berkaitan dengan proyek konstruksi.

1. Membentuk satuan tugas pencegahan COVID-19

Langkah pertama yang harus Anda lakukan dalam penerapan protokol kesehatan di lingkungan kerja adalah membentuk satuan tugas (satgas) pencegahan penyebaran virus COVID-19. Anggota satgas sebaiknya sedikitnya terdiri dari 5 orang yang masing-masingnya mewakili tim owner, konsultan, kontraktor, sub kontraktor, dan supplier.

Dimana tim satgas bertugas dalam melakukan monitoring serta dalam upaya melakukan serangkaian tindakan pencegahan terhadap perkembangan penyebaran virus COVID-19 di lingkungan proyek konstruksi.

2. Membuat kerja sama penanganan dengan fasilitas kesehatan setempat

Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah membuat kerjasama penanganan dengan pihak rumah sakit atau penyedia fasilitas kesehatan setempat. Diharapkan dengan adanya kerjasama yang yang baik, jika sewaktu-waktu terdapat kasus reaktif di area kerja, pihak perusahaan dapat dengan cepat memberikan penanganan maupun merujuk pasien.

3. Menjaga kebersihan dan higienitas area kerja

Menjaga kebersihan dan higienitas area kerja merupakan hal utama yang harus diterapkan sebelum menerapkannya pada karyawan. Secara berkala lakukan penyemprotan desinfektan terutama di area-area yang sering disentuh bersama. Misalnya pegangan pintu, permukaan meja, pegangan tangga, peralatan kerja, dan lainnya.

4. Menyediakan fasilitas pencegahan COVID-19

Yang dimaksud dengan fasilitas pencegahan COVID-19 disini yaitu menyediakan hand sanitizer atau peralatan cuci tangan yang diletakkan dibeberapa titik yang sering dilewati karyawan.

Lakukan pemeriksaan suhu tubuh dengan alat ukur seperti thermogun kepada setiap pekerja maupun pengunjung yang masuk ke area lapangan.

Bila perlu perusahaan diharapkan dapat menyediakan vitamin dan nutrisi tambahan bagi setiap pekerja. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga stamina dan kekebalan tubuh pekerja dari risiko terinfeksi virus.

5. Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)

Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti kacamata, sarung tangan, dan masker yang sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) serta ditambah dengan kelengkapan berupa helm proyek. Selain berguna untuk melindungi diri dari virus COVID-19, hal ini juga berguna untuk melindungi dari hal-hal lain selama di proyek konstruksi. Seperti debu-debu yang berterbangan menggergaji, percikan api saat mengelas, dan sebagainya.

6. Melakukan physical distancing di area proyek

Jangan lupa untuk menerapkan physical distancing diantara sesama karyawan selama berada di area proyek. Karena menurut World Health Organization (WHO) virus COVID-19 dapat menular dengan mudah melalui kontak langsung maupun percikan/partikel droplet melalui kemungkinan adanya kontak erat (di bawah 1 meter) dengan orang-orang yang telah terinfeksi COVID-19.

7. Screening kesehatan karyawan secara berkala

Untuk memastikan karyawan bebas dari terinfeksi virus COVID -19, Sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan minimum dua minggu sekali. Misalnya dengan mengadakan rapid test ataupun swab test.