10 Daftar Perusahaan Konstruksi Terbesar Di Indonesia

Sebelum memilih jurusan kuliah antara teknik sipil atau arsitek. Ada baiknya terlebih dahulu mengenal 10 daftar perusahaan konstruksi terbesar yang ada di Indonesia. Meskipun sebenarnya masih banyak lagi perusahaan konstruksi lainnya yang siap menyerap tenaga kerja lulusan teknik sipil atau arsitek.

Dengan mengenal 10 daftar perusahaan konstruksi ini diharapkan dapat memberikan motivasi baik bagi yang akan memilih jurusan maupun bagi yang sedang berkuliah.

1. PT Adhi Karya (Persero) Tbk

PT Adhi Karya (Persero) Tbk merupakan perusahaan publik yang bergerak di bidang jasa konstruksi yang bermarkas di Jakarta, Indonesia.

Sejarah pendirian PT Adhi Karya (Persero) Tbk berawal ketika Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik melalui Surat Keputusan tanggal 11 Maret 1960 memutuskan mendirikan sebuah perusahaan jasa konstruksi.

Setahun kemudian ADHI disahkan menjadi Perusahaan Negara (P.N.) Adhi Karya berdasarkan PP No. 65 tahun 1961 dengan dileburnya sebuah perusahaan bangunan eks milik Belanda yang telah dinasionalisasi berdasarkan PP No. 2 tahun 1960 yaitu “Naamloze Vennootschap Architecten-Ingenieurs en Aannemersbedrijf Associatie Selle en de Bruyn, Reyerse en de vries N.V.” (Associatie N.V.) ke dalam P.N. Adhi Karya.

Status PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai Perusahaan Negara berubah menjadi Perseroan Terbatas pada tahun 1974 dan berstatus sebagai perusahaan Terbuka pada tahun 2004.

2. PT Amarta Karya (Persero)

PT Amarta Karya (Persero) atau yang biasa disebut dengan PT AMKA (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang bergerak di bidang konstruksi. Perusahaan ini merupakan hasil nasionalisasi dari NV Constructie Werk Plaatsen De Vri’es Robbe Lindeteves yang bergerak di bidang pabrikasi konstruksi baja.

Amarta Karya membagi layanannya dalam dua kategori, yaitu jasa konstruksi dan pabrikasi.

3. PT Brantas Abipraya (Persero)

PT. Brantas Abipraya tumbuh dan berkembang berawal dari perluasan Proyek besar Sungai Brantas pada tahun 1980.

PT Brantas Abipraya (Persero) dikenal sebagai perusahaan yang menangani proyek konstruksi umum yang terletak di dalam dan luar negeri seperti proyek irigasi, bendungan, terowongan, jalan, jembatan, bandara, bangunan, pembangkit listrik, dan banyak lagi.

Pengembangan usaha telah dilakukan dengan diversifikasi produk melalui pembentukan anak perusahaan. Sesuai dengan misi perusahaan dan untuk mengantisipasi pasar bebas di era globalisasi dimana persaingan akan menjadi sangat sulit. PT Brantas Abipraya (Persero) terus mengembangkan rencana intensif untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan teknologi di setiap level, dengan memperhatikan kebutuhan perusahaan dan permintaan pasar.

4. PT Hutama Karya (Persero)

PT Hutama Karya (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang pada awalnya adalah perusahaan swasta Hindia Belanda ‘Hollandsche Beton Maatschappij’ yang dinasionalisasi pada tahun 1961 berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) RI No. 61/1961 Tanggal 29 Maret 1961 dengan nama PN Hutama Karya.

PT Hutama Karya (Persero) telah menyelesaikan proyek-proyek penting berskala besar, seperti Gedung MPR/DPR, Jembatan Semanggi, Jalan Tol Akses Tanjung Priok, Jembatan Ampera Palembang, Jalan Tol Bali-Mandara di Bali, dan jalan layang Metro Manila Skyway di Filipina.

Pada pertengahan 2014, Hutama Karya resmi menerima penugasan Pemerintah untuk mengembangkan Jalan Tol Trans-Sumatera. Melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 100 Tahun 2014 yang kemudian diperbarui menjadi Perpres Nomor 117 Tahun 2015, Hutama Karya diberi amanah mengembangkan 2.770 kilometer jalan tol di Sumatera dengan prioritas 8 ruas pertama hingga tahun 2019 sepanjang 650 kilometer. Di saat ini pulalah, PT. Hutama Karya (Persero) kembali mendirikan anak perusahaan baru di bidang Konstruksi Infrastruktur Jalan Tol dan Jembatan.

5. PT Leighton Contractors Indonesia

PT Leighton Contractors Indonesia adalah anak perusahaan dari Leighton Contractors International. Merupakan perusahaan rekayasa konstruksi dan penyedia jasa pertambangan di Indonesia.

Leighton Contractors Indonesia menjangkau banyak negara di Asia, Timur Tengah dan Afrika, serta Australia melalui sejumlah anak perusahaan yang beragam termasuk Leighton Asia.

6. PT Nindya Karya (Persero)

PT Nindya Karya (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi yang menjalankan usaha di bidang jasa Konstruksi, Engineering Procurement Construction (EPC) dan Investasi.

Pada awalnya Nindya Karya merupakan sebuah perusahaan hasil nasionalisasi dari perusahaan Belanda bernama N.V Nederlands Aannemings Maastchappy (NEDAM) v/h Fa.H. BOERSMA yang berdiri pada tahun 1877.

Sebagai perusahaan konstruksi nasional berpengalaman, berbagai macam proyek telah dikerjakan PT Nindya Karya (Persero), diantaranya pembangunan irigasi dan bendungan, dermaga, bangunan industri dan EPC, bandara, rumah sakit, apartemen dan hotel, bangunan komersial, jalan raya dan tol, jalan layang dan jembatan, bangunan olahraga, bangunan pendidikan, dan berbagai bangunan komersial lainnya.

7. PT Adhi Karya (Persero) Tbk

PT Adhi Karya (Persero) Tbk merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa konstruksi yang bermarkas di Jakarta, Indonesia.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk disahkan menjadi Perusahaan Negara (P.N.) Adhi Karya berdasarkan PP No. 65 tahun 1961 dengan dileburnya sebuah perusahaan bangunan eks milik Belanda yang telah dinasionalisasi berdasarkan PP No. 2 tahun 1960 yaitu “Naamloze Vennootschap “Architecten-Ingenieurs en Aannemersbedrijf Associatie Selle en de Bruyn, Reyerse en de vries N.V.” (Associatie N.V.).

Status ADHI sebagai Perusahaan Negara berubah menjadi Perseroan Terbatas pada tahun 1974 dan berstatus sebagai perusahaan Terbuka pada tahun 2004.

8. PT Total Bangun Persada Tbk

Berdiri dengan nama PT Tjahja Rimba Kentjana pada tanggal 4 September 1970, bergerak di bidang bangunan dan konstruksi melakukan restrukturisasi dan mengubah namanya menjadi PT Total Bangun Persada pada awal tahun 1981.

PT. Total Bangun Persada Tbk beroperasi dalam sektor konstruksi bangunan di Indonesia dengan fokus pada proyek-proyek properti komersial, perumahan, industri dan resort. Operasi lainnya termasuk penyewaan ruang kantor dan peralatan konstruksi.

Dikenal luas untuk pembangunan bangunan bertingkat tinggi seperti Masjid Agung di Padang, Islamic Center di Samarinda, Biara Graha Mahavira di Medan, Gereja Reformasi Millenium, dan Concert Hall di Graha Reformed Millenium di Kemayoran, Central Park di Jawa Barat, Perpustakaan Riau di Pekanbaru (Riau), Regatta Apartment di Jakarta Utara, The Peak Apartment di Sudirman (Jakarta Pusat), Struktur Proyek Mega di Kemang Village di Jakarta Selatan dan Trans Studio Makassar.

9. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) masih merupakan salah satu perusahaan konstruksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Didirikan berdasarkan UU no. 19 tahun 1960 junto PP. no. 64 tahun 1961 tentang Pendirian PN “Widjaja Karja” tanggal 29 Maret 1961. Berdasarkan PP ini juga, perusahaan konstruksi milik Belanda yang bernama NV Technische Handel Maatschappij en Bouwbedrijf Vis en Co. yang telah nasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia, dilebur ke dalam PN Widjaja Karja.

Pada tahun 1972, PN Widjaja Karja resmi diubah namanya menjadi PT Wijaya Karya (Persero).

Dimulai sebagai sub-kontraktor, di akhir 1960-an WIKA berkembang menjadi pemborong pemasangan jaringan listrik tegangan rendah, menengah, dan tinggi. Di awal tahun 1970, WIKA memperluas usahanya menjadi perusahaan kontraktor sipil dan bangunan perumahan.

Saat ini WIKA memiliki 6 Strategic Business Unit (SBU) yang meliputi konstruksi (kontruksi sipil dan konstruksi bangunan gedung), mekanikal elektrikal, industri beton pra cetak, real estate dan industri lainnya yang ke depannya akan semakin terintegrasi menjadi perusahaan Engineering Procurement Construction (EPC) dan Investasi.

10. PT. Waskita Karya (Persero) Tbk

PT Waskita Karya adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang bergerak di bidang konstruksi. Perusahaan ini berasal dari nasionalisasi perusahaan Belanda Volker Aannemings Maatschappij N.V. pada tahun 1961 dan berubah bentuk menjadi persero pada tahun 1973.

Beberapa proyek PT Waskita Karya berdasarkan tahun penyelesaian adalah:

  • Bandara Internasional APT Pranoto, Sungai Siring di Samarinda (2014)
  • Bandara Internasional Sastranegara, di Bandung (2015)
  • Bandara Internasional Radin Intan II, Branti Raya di Lampung Selatan, Lampung
  • Bandara Pekon Seray, Krui di Pesisir Barat, Lampung
  • Bandara Purwosari, Purwosari di Lampung Timur, Lampung (2017)
  • Jembatan Kelok 9, Sumatra Barat
  • Tol Bali Mandara, Bali
  • Jembatan Pedamaran I, Riau
  • Kame Ma’taf, Mekah
  • Jembatan Layang “Pasteur – Cikapayang – Surapati” Bandung
  • Jembatan Merah Putih, Ambon
  • Bendungan Nipah, Jawa Barat (2007)
  • PLTU Suralaya, Cilegon (1997)
  • PLTU Muara Karang, Jakarta
  • Indonesia Power UP Semarang
  • Waduk Jatiluhur
  • Bendungan Pondok, Grogkak, Tilong, Gapit, dan Sumi
  • Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)
  • Jakarta International Cargo Terminal, Tanjung Priok
  • Soekarno–Hatta International Airport
  • Cipularang Toll Road, Jawa Barat
  • Solo-Kertosono Toll Road, Jawa Tengah – Timur
  • Salatiga-Kartasura Toll Road, Jawa Tengah
  • Shangri-La Hotel, Jakarta (1993)
  • Bogor Agricultural Institute (IPB), Bogor (2002)
  • Tsunami Museum, Aceh (2009)
  • Senayan City, Jakarta (2006)
  • Royal Plaza, Surabaya (2006)
  • Kelapa Gading Square, Jakarta (2005)
  • Wisma BNI, Jakarta (1996)
  • Niaga Tower, Jakarta (1992)
  • Mandiri Plaza, Jakarta
  • Bank Indonesia
  • TVRI Tower
  • Gedung Departemen Pertanian
  • King Abdullah Financial District Parcel, Riyadh
  • Burj View, Uni Emirat Arab
  • Jalan Tol tegal pemalang seksi 3-4
  • LRT Palembang
  • Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi)
  • Tol Pasuruan-Probolinggo
  • Tol Pemalang-Batang
  • Tol Depok-Antasari (Desari)
  • Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu)
  • Tol Layang (elevated) Jakarta-Cikampek
  • Tol Salatiga – Kartasura
  • Tol Bocimi (Bogor – Cianjur – Sukabumi)
  • Tol Cibitung – Cilincing
  • Tol Krian – Legundi – Bunder – Manyar
  • Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tambak Lorok